Saturday, May 18, 2013

Dalam gelap

0 komentar

Semakin lama aku semakin sadar, jika mereka bukanlah penentu, mereka bukanlah hakim, yang dapat menuntun kemana aku akan pergi, memutuskan aku harus menjadi apa, dan membuat aku melakukan hal yang tidak aku suka. ini hidupku, dan aku tahu bahwa yang aku perbuat itu benar, bahwa yang aku perbuat harus sesuai keinginan hatiku. dengan semua bekal yang aku bawa dari masa lampau, aku akan tetap hidup sebagaimana aku inginkan, mengamalkan semua yang telah aku dapatkan, menepati janji-janjiku dimasa lampau.

Aku memang bukanlah cerminan dirimu, dirimu yang selalu sempurna dimata mereka, yang selalu bisa tertawa dengan mereka, membiarkanku sendiri duduk termenung dalam gelap. memeluk kaki dengan kedua lengan rapuhku, berusaha menghilangkan dingin merasuk ke tulangku. dingin, ya hanya dingin yang kurasakan, aku melihat dari jauh bagaimana kau bersenda gurau dalam tawa. sementara bintangpun enggan untuk menemani malamku, memilih untuk menemanimu dan menemani mereka yang lebih terlihat menyenangkan untuk ditemani.

berusaha untuk mendekat, tapi penolakan yang kurasakan sebelumnya sangat sakit, terlalu sakit hingga semua yang kurasakan tidak terasa lagi, mungkin aku mati rasa, seluruh badanku sudah kebal dengan ini semua. satu, dua, tiga langkah aku mendekat, melihat kau dari balik ruang gelap ini, semakin besar rasa takutku untuk maju lagi, sepertinya sudah lebih dari cukup tiga langkah yang aku lakukan sebelumnya, karena bayangmu semakin besar, semakin jelas aku melihat lenkung bibir tersenyummu. aku akan selalu melihatmu dari kejauhan, namun tidak akan merubah diriku agar bisa bersatu denganmu. 

Friday, May 10, 2013

Jumlah penerimaan mahasiswa Kepabeanan dan cukai STAN 2013

0 komentar
Pusdiklat Bea dan Cukai
kemarin hari Jumat 10 Mei 2013 telah diadakan kuliah umum terakhir untuk saya, kuliah umum itu diisi oleh Bapak Kepala Kapusdiklat Bea dan Cukai, kuliah kali ini terkait step by step kita, sebagai calon lulusan Sekolah Akuntansi Negara 2013 yang akan memasuki dunia kerja, diklat apa saja yang bisa diambil, apa saja yang harus dilalui sebelum menjadi pegawai dan pemaparan jenis-jenis bagian di Kepabeanan dan Cukai. selain itu pak Kapus juga bercerita tentang riwayat pendidikannya, pembawaan beliau yang lucu semakin membuat menarik kuliah Umum kali ini. sehingga banyak dari kami yang dibuat tertawa terbahak-bahak karena leluconnya. selain itu pak Kapus juga membocorkan jumlah mahasiswa spesialisasi kepabeanan dan cukai yang dibutuhkan oleh STAN, beliau mengatakan bahwa akan ada 1800 mahasiswa Diploma I, dan 150 mahasiswa diploma III, cukup banyak juga menurut saya. karena untuk angkatan kami hanya 130 orang saja. jadi, bagi adik-adik yang ingin atau berminat masuk STAN bisa mulai belajar, karena inshaAllah STAN benar-benar membuka pendaftaran di tahun ini. tapi untuk kejelasan bulan dan tanggal tes nya, kita tunggu pengumuman resmi dari pihak stan ya. tetep stay tune aja di web stan.ac.id karena pengumuman yang resmi ya ada di website tersebut.

Wednesday, May 8, 2013

Lamunan tingkat tiga

4 komentar
bea cukai angkatan 26 :)
Siang sudah beranjak menjadi sore, ketika saya sedang melihat jarum jam yang saat itu menunjukkan pukul 15:27 dimana Pak Ichsan, Dosen Audit saya sedang memberikan petuah agar muridnya kelak menjadi "orang" yang baik dan fleksibel saat sudah menyelami dunia kerja nanti. mengucapkan permintaan maaf atas kesalahan-kesalahan Beliau yang semestinya tidak seharusnya diucapkan karena sebenarnya kami yang lebih banyak salah karena sering tidak mendengarkan beliau dan malah mencari kesibukan lain.Ucapan terima kasih atas perhatian muridnya kepada Beliau dan kalimat perpisahan karena kita mungkin saja tidak bertemu lagi. Ada yang aneh memang, namun itu tidak hanya dilakukan oleh Pak Ichsan saja, 2 Dosen mata kuliah saya yang lainnya pun juga mengucapkan kalimat-kalimat tersebut di akhir perkuliahan. seakan mereka sudah merencakannya dengan matang sebelum mereka masuk kelas. Akhirnya Saya tersadar, minggu ini, atau bahkan bisa disebut hari ini, Rabu, 08 Mei 2013 adalah hari terakhir saya melaksanakan perkuliahan di Pusdiklat Bea dan Cukai. tempat dimana 3 tahun terakhir ini saya menuntut ilmu tentang ke-bea-cukai-an.
Sore itu saya sedang asyik-asyiknya memandangi pohon beringin di tengah-tengah bangunan kelas berbentuk U. Pohon yang selalu ramai dikunjungi burung-burung kecil yang selalu datang dan bermain main dengan cara mereka.Mereka bermain seakan hidup ini sangat bahagia, walaupun saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan, namun hanya dengan melihat saya paham akan hal itu.Suara kicauan mereka yang merdu membuat saya merasa nyaman dan rileks.Namun hal ini selalu tidak bertahan lama, beberapa detik kemudian terdengar suara tembakan yang praktis membuat burung-burung yang sedang bermain terkejut dan langsung terbang meninggalkan pohon beringin.Tidak hanya burung yang terkejut, badan sayapun sontak terbang selama sepersekian detik menandakan seseorang yang refleks atas suara keras yang didengarkan. Tidak lama kemudian disusul dengan datangnya puluhan siswa samapta berpakaian seba biru tua dengan keadaan basah dan berlumpur yang berlari-lari dan langsung mengambil posisi tiarap mengelilingi lapangan hitam.jangan heran, suara tembakan  memang sering terdengar di Kampus saya tercinta ini, terutama saat sedang diselenggarakan program samapta bukan karena tembakan peringatan yang dikeluarkan polisi saat tawuran antar mahasiswa seperti diberitakan di media massa.Suara tembakan itu hanya merupakan suara tanda dari pelatih untuk para siswa samapta, tanda agar mereka melakukan hal yang telah diberitahukan sebelumnya. Suara tembakan itu bisa kapan saja terjadi, bisa pagi hari hari ketika saya dengan lahapnya menghabiskan sebungkus nasi uduk yang dibeli didepan warung beni, bisa siang hari saat saya dan teman-teman sedang berdiskusi tentang tugas kelompok yang diberikan dosen. atau saat sore hari dimana kita sedang berusaha sekuat tenaga agar tidak KO saat mendengarkan penjelasan dosen tentang suatu materi. suara tembakan itu mungkin hanya sebuah "kejutan" kecil bagi saya. kejutan terbesar adalah ketika nama saya tercantum di kolom hasil Ujian Saringan Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, dimana saya akhirnya bisa membuat Ayah saya menitihkan air mata untuk pertama kalinya karena bangga melihat Putranya berhasil masuk di sekolah kedinasan yang tidak memunggut biaya apapun selama proses belajar dan membuat siswanya mendapatkan label "anak pintar" karena bisa menyishkan ratusan ribu siswa lainnya dalam proses seleksinya. 
Tidak lama lagi saya harus kembali ke kampung saya, setelah 3 tahun saya menumpang di kota yang penuh sesak ini, bertemu kembali dengan Ayah dan Ibu yang sudah 3 tahun ini saya tinggalkan demi meraih gelar Ahli Madya yang inshaAllah tidak lama lagi saya dapatkan. 3 tahun ini terasa sangat singkat bagi saya, mungkin juga bagi kalian?
Saya merasa baru satu minggu yang lalu ketika saya memutuskan untuk pindah dari kampus yang mahasiswanya baru saya kenal beberapa bulan dan membanting setir memilih Kampus yang saya yakin lebih bisa memberikan kebahagiaan dan kesuksesan bagi saya. ketika saya harus mematuhi perintah orang tua agar mau kuliah ditempat yang sebenarnya tidak saya minati, ketika saya berbelanja kemeja putih, celana bahan hitam dan sepasang sepatu fantovel disebuah pusat perbelanjaan. ketika saya mulai mengosongkan lemari kecil di samping meja belajar dan memindahkan isinya ke koper sedang berwarna hitam. ketika saya berangkat ke Bank untuk membuka rekening atas nama saya sendiri. ketika saya mencari tahu bagaimana bentuk bangunan kampus saya.
saya merasa baru enam hari yang lalu saya diantarkan ayah dan ibu saya kestasiun untuk melepas putra terakhirnya pergi jauh demi mengejar cita-citanya. ketika saya mendengar cerita seorang teman yang rela menaiki bus selama berhari hari dari kota kecil di Provinsi Sumatera utara menuju Jakarta, mendengar cerita yang dengan bangga naik pesawat terbang agar bisa sampai dengan cepat ke Jakarta.
saya merasa baru lima hari yang lalu ketika saya melihat Monumen Nasional, berjalan-jalan mengelilingi Kota Jakarta dengan menaiki busway, mengikuti dinamika lembaga, mengerjakan tugas dengan teman-teman sekelompok hingga larut malam, berkenalan dengan teman-teman yang baru yang kesemuanya memiliki rupa yang sama karena potongan rambut yang sama, bangun pagi-pagi buta hanya untuk mendengarkan siaran berita di liputan 6, menghafal password agar bisa masuk dari pagar besi para kakak-kakak senior, mendengarkan teriakan-teriakan amukan dari para raka peneva. menangis tersedu-sedu saat acara esq yang praktis mengingatkan saya tentang orang tua dikampung dan bernyanyi bergembira saat penutupan dinamika.
saya merasa baru empat hari yang lalu, dimana saya dan teman-teman merasakan bagaimana tinggal di ruangan yang nantinya akan menemani selama kita tinggal di jakarta, merasakan bagaimana caranya mengatur keuangan agar bisa cukup selama satu bulan, merasakan rasa masakan yang kadang tidak sesuai dengan lidah saya. merasakan enaknya mencuci baju sendiri, menyetrika, membersihkan kamar. berbicara dengan orang tua dengan cara bertelefon ria. menghadapi pacar yang marah karena jarangnya saya menghubungi dia. 
saya merasa baru tiga hari yang lalu, ketika saya dan teman-teman memperkenalkan diri untuk pertama kalinya didepan BC26, ditengah plasma saat hujan sore hari. dimana saya harus push up dimalam hari ketika baru turun dari bus yang membawa saya dan teman-teman berpindah dari bintaro ke rawamangun, merasakan nikmatnya udara pagi dan olahraga pagi karena diwajibkan mengikuti Leadership training setiap pukul 6 pagi, mendengarkan suara-suara marah senior dikarenakan kesalahan kami, mengunjungi kosan senior hingga larut malam, merasakan bagaimana rasanya dipermainkan dengan kata-kata yang bila saya sekarang saya ingat membuat saya tersenyum-senyum sendiri, ketika kita merapatkan siapa ketua angkatan dan menghafalkan lagu angkatan kita, ketika  merasakan nikmatnya berciuman dengan tanah air, merasakan nikmatnya setetes air, merasakan nikmatnya dipijat dan memijat, menikmati hiburan dan menahan tawa dari salah satu teman saya yang sedang dihukum menjadi topeng monyet, merasakan cara makan tanpa mengunyah, merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan tanda tangan dari seseorang, walau tak jarang ada yang mudah, bahkan langsung memberikan tanda tangan tanpa sayarat apapun, merasakan beratnya memaksa otak untuk menghafal 125 nama dan asal teman-teman yang belum jelas perbedaannya, memaksa menghafal puluhan senior dan berusaha mengingat muka agar tidak lupa menyapa saat bertemu salah satu darinya, merasakan bagaimana rasanya push up ratusan, sit up, guling, kuda-kuda, berdiri sikap sempurna, hadap kanan, kiri, balik kanan, apel buka, apel tutup, hormat dan lain sebagainya. ketika kita menjalani LT puncak yang akhirnya terselenggara setelah tertunda beberapa saat, berenang di kolam yang entah berisi air apa, meluncur dengan punggung di lumpur seperti anak kecil yang sedang bermain, dan merasakan terharunya bisa mendapatkan tittle angkatan dua puluh enam.
saya merasa baru dua hari yang lalu ketika saya sedang serius mendengarkan penjelasan dari dosen, ketika saya membaca saat dosen menjelaskan materi sehingga saya dilepar buku untuk pertama kalinya, ketika saya  membuka foursquare dan memutuskan untuk check in di Kampus frans seda, ketika saya datang pagi-pagi hanya untuk memilih bangku yang tepat untuk tidur dikelas, ketika saya dan teman-teman bergurau dibawah ac saat pergantian jam kuliah, ketika saya dan teman-teman dikejutkan tentang kuis dadakan yang diadakan Pak Jafar, ketika kami saling berlari saat ketua kelas memberitahukan jika ruang kuliah dipindahkan dari kelas sebelumnya, ketika saya malah asyik bermain jejaring sosial saat dosen sedang menjelaskan, ketika kami sibuk berfoto-foto dengan seragam coklat yang baru saja dibagikan, ketika kami merencanakan olahraga apa yang akan dilakukan selepas kuliah nanti, ketika kami merencakan dimana tempat dan game apa yang akan kami mainkan nanti malam, ketika kami mengambil makanan yang disediakan untuk coffee break, ketika saya dan teman teman berdebat tentang sebuah pasal, ketika saya dan kelompok saya mempresentasikan sebuah materi, ketika saya dan teman-teman saya memasang muka sedih agar tidak ditanya tentang materi oleh salah satu dosen, ketika saya harus mendengarkan curahan hati salah satu dosen yang isinya selalu sama, ketika saya merasakan bagaimana rasanya tertangkap basah waktu tidur dikelas, ketika saya tidak diperbolehkan mengikuti kuliah karena terlambat, ketika saya harus datang ke kampus bintaro karena tidak datang disalah satu kuliah umum karena ketiduran, ketika kami tertawa terbahak-bahak karena celetukan novan yang selalu out of the box, ketika saya mendengarkan curhatan orang luar jawa yang tidak mengerti apa yang temannya bicarakan, ketika kami berbondong bondong datang ke acara televisi, ketika kami bertolak ke pelabuhan untuk mengikuti kuliah lapangan, dan ketika kami merasakan jengkel karena mencari siapa pelaku pemalsu tanda tangan.
saya merasa baru kemarin, ketika saya belajar semalam suntuk untuk membayangkan bagaimana bentuk bagal yang sesungguhnya, bagaimana rasa dari caviar, dan bagimana bisa pecahan keramik bisa menempel di lidah, ketika saya untuk pertama kalinya mengerti apa itu kepabeanan dan cukai, ketika saya untuk pertama kalinya mendengar kata pertelaan, ketika saya mengerjakan soal UTS semester satu, ketika saya mengerjakan soal UAS semester satu, ketika saya melihat hasil pengumuman indeks prestasi semester satu, ketika saya dimutasi ke kelas yang baru di semester tiga, ketika saya merasa sedih karena IP yang saya dapatkan lebih rendah dari teman saya, dan merasa bangga ketika IP yang saya dapatkan merupakan IP tertinggi dikelas, ketika saya berhasil menghafal semua teman-teman seangkatan saya, ketika saya mengkuti semua kuliah-kuliah tanpa satupun Alfa, ketika saya pulang ke kampung halaman ketika liburan semester, ketika saya menunggu kepastian tentang hasil rapat kelulusan, ketika saya bersedih atas kabar di keluarkannya salah satu teman kami, ketika kami mengganti pangkat yang masih satu garis dengan dua garis, kemudian menggantinya dengan 3 garis setelah itu. 
saya merasa baru tadi saya dan prima, alvain, dan cornal sedang bercanda saat bermain internet di perpustakaan, saya merasa baru....
"Whoi..... turun...woiii... mau foto nggak!!" suara Hariyadi dari bawah memanggil saya yang sedang melamun.
"eh.. iya.. iya..." dengan cepat saya berlari menyusuri tangga dan menyusul teman-teman sekelas saya yang sudah bersiap-siap berfoto dengan Pak Ichsan, dengan senyum bangga saya mengambil tempat dipaling ujung, dan bunyi "klik" kamera menandakan semua lamunan saya di lantai tiga depan kelas 301 telah usai, perkuliahan telah berakhir, dan jika memang dipertemukan, pasti kita akan bertemu lagi, yang pasti saya akan selalu merindukan kalian BC 26!